ENGKAU SEMUA SAHABATKU

Tuesday, June 21, 2005

KEPALSUAN ORANG PERCAYA

KEPALSUAN ORANG PERCAYA
(Sebuah Exposisi terhadap Yudas Iskariot)
(Matius 26:6-13 dan Markus 14:3-9)

Orang yang paling malang di dunia ini adalah "orang yang menyebut dirinya Kristen" kemudian ikut dan sibuk di dalam berbagai pelayanan, tetapi ia sendiri tidak pernah menikmati kerajaan Allah. Waktu dan uang serta tenaga boleh dikatakan sudah banyak dikorbankan, tetapi ia tidak pernah menikmati suka-cita pelayanan. Mengapa bisa demikian? Peristiwa yang tragis ini akan terjadi tatkala seorang mengaku pengikut Yesus tidak sungguh-sungguh berkomitmen di dalam meyerahkan diri untuk taat pada-Nya. Memang benar ia berada di dalam lingkungan persekutuan orang-orang percaya, menjalankan upacara dan ibadah keagamaan cukup sakral, tetapi ia tidak memiliki Roh yang dari pada-Nya (lihat Roma 8:9b). Oleh sebab itu jerih payah orang ini akan menjadi sia-sia, kasus seperti inilah yang paling ditakuti oleh rasul Paulus (1 Korintus 9:27); dan saya yakin ini juga merupakan ketakutan kita.

Di dalam Alkitab ada banyak tokoh-tokoh yang kerohaniannya mengalami pasang surut, kadang naik tinggi sekali dan kadang turun begitu mencolok, namun itu tidak menjadi masalah sebab firman Tuhan selalu menjadi pedoman untuk membawa mereka kembali ke Jalan yang Benar, sehingga jarang ada yang gagal sama sekali. Lain halnya dengan salah satu murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot, ia mengalami kegagalan yang berlipat ganda. Celakanya sampai akhir hayat hidupnya, Yudas tidak ditemukan ada unsur-unsur perbaikan dan pertobatan. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa hidup bersama di dalam persekutuan dan lingkungan orang-orang percaya tidak menjamin orang tersebut hidup di dalam Kristus.

Mengapa peristiwa tragis ini bisa terjadi? Apa penyebabnya? Mengapa Yudas dengan teganya menghianati gurunya? Apa latar belakangnya? Bukankah Yudas seharusnya seperti murid-murid lain yang sangat mengasihi Gurunya? DI sinilah letaknya kepalsuan itu. Ada tiga hal yang penulis catat untuk kita jawab bersama.

1. YUDAS TIDAK PERNAH MENGHARGAI TUHAN YESUS

Yudas Iskariot itu sah adalah murid yang dipilih Tuhan Yesus, ia berasal dari kota Keriot di Yehuda. Seharusnya sebagai seorang murid yang baik pasti akan menghargai Gurunya, namun sikap ini rupanya tidak terlihat dari sikap hidup Yudas. Jadi boleh dikatakan sejak semula sudah ada unsur-unsur yang nampak bahwa Yudas bakal melakukan sesuatu yang secara manusia merugikan Tuhan Yesus. Salah satunya yang terlihat adalah tatkala Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak Narwastu. Yudas dengan terus terang menegur sikap Maria, baginya minyak tersebut lebih baik dijual lalu uangnya dipersembahkan bagi orang-orang miskin dan pekerjaan Tuhan (coba anda perhatikan Yohanes 12:1-8 ada indikasi yang lebih menyebutkan bahwa yang menegor itu Yudas, Matius 26:6-13 dan Markus 14:3-9 tidak menyebutkan nama murid). Yudas tentu tidak etis mengatakan kalimat ini di depan Tuhan Yesus yang nota bene Gurunya. Melalui konteks pembicaan ini jelas bahwaYudas tidak menghargai Yesus sebagai seorang Guru, sehingga kalimat itu dilontarkan tanpa perasaan bersalah.Tidak dihargai oleh orang sesungguhnya sesuatu perbuatan yang sangat menyakitkan, saya yakin secara manusia Yesus merasakan itu. Oleh sebab itu tidak heran kalau secara refleks Yesus menegor Yudas; "Orang-orang miskin itu selalu ada di hati kalian, sementara Aku tidak"? Suatu sindiran yang cukup tajam, namun murid-murid-Nya tetap tidak mengerti.

Mengapa Yudas sampai hati memperlakukanYesus demikian? Jelas di sini pengenalannya akan Yesus cukup dangkal, walaupun tidak dapat kita pungkiri bahwa Yudas hidup bersama-sama Tuhan Yesus kurang lebih tiga sampai tiga setengah tahun, tetapi semua itu hanya merupakan pengenalan yang semu. Yesus hanya dianggap manusia biasa, guru biasa sama seperti manusia-manusia lainnya. Yudas mengenal Yesus hanya sebatas sebagai "Rabi" seperti yang tertulis di dalam Injil (banding Matius 26:25), beda dengan murid-murid Yesus yang lain mereka mengenal lebih dalam, Yesus sebagai Mesias Anak Allah yang Hidup (Ini merupakan pengakuan Simon Petrus, lihat dan baca Injil Matius 16:16) atau pengakuan Tomas yakni Tuhan Allah (lihat Yohanes 20:28).

Bagaimana dengan kita? Seberapa dalam pengenalan kita akan TuhanYesus? Apakah Dia hanya sebatas Guru kita? Apakah Dia hanya sebatas Penolong kita? Kalau kita membatas-batasi pengenalan kita akan Tuhan Yesus, maka kita akan mengalami kerugian besar. Ketika kita mengalami masalah yang sulit terpecahkan kita menganggap bahwa Yesus tidak mau menolong kita lagi. Kita hanya percaya bila segala permasalahan dan kesusahan itu bisa dilenyapkan oleh Yesus, dengan kata lain menurut konsep ini orang yang percaya pada Tuhan Yesus tidak pernah menderita. Ini konsep yang keliru, jangan anda terjerumus. Kalau kita mengadopsi konsep yang keliru ini di dalam kehidupan kita, maka kita tidak pernah akan menghargai Yesus sebagai Tuhan Allah.

Di Jakarta ada seorang teman saya menceritakan bahwa jemaat yang dia layani itu ada beberapa orang yang sering kali mempersembahkan perabot-perabot rumah buat hamba Tuhan di gereja, satu perbuatan yang patut diteladani para jemaat tentunya. Namun sayang yang dipersembahkan bukan barang baru, melainkan barang bekas yang masih pantas pakai, dari pada dibuang mereka merasa sayang. Setiap kali jemaat itu mau pindah rumah , ia membeli perabot yang baru; sementara yang bekas itu dipersembahkan untuk dipakai oleh hamba Tuhan. Yang celakanya, jemaat yang pindah bukan satu orang. Jadi tidak heran di gereja tersebut penuh sesak dengan perabot-perabot bekas. Ini konsep yang keliru, bagi Tuhan yang jelek dan yang bekas itu tidak apa-apa; asalkan yang untuk dipakai sendiri harus yang paling baik. Orang ini tidak menghargai Tuhan sama sekali. Saya harap kita sekalian tidak pernah terpikir untuk berbuat yang demikian lagi.



2. YUDAS TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN

Jikalau Tuhan saja tidak dihargai, jangan sekali-kali kita mengharapkan orang tersebut akan menghargai orang lain. Tataka Maria mengurapi Tuhan Yesus jelas motivasinya sangat murni, ia tidak berbuat hal yang salah. Tetapi sikap Yudas yang tidak simpatik mucul di sini, ia menudingnya sebagai sebuah pemborosan. Nasihatnya memang cukup masuk akal, lebih baik uang yang dibelikan Narwastu itu dipakai untuk menolong orang miskin. Bahasanya cukup rohani dan menyentuh perasan. Tetapi Yesus itu tidak bisa dibohongi, Ia membaca isi hati dan pikiran manusia secara menyeluruh, termasuk juga apa yang sedang dipikirkan Yudas. Dalam ucapan Yudas Iskariot yang kelihatannya masuk akal itu ada tersimpan sesuatu rahasia yang mendalam. Yudas sesungguhnya tidak bermaksud agar uang tersebut dikirim kepada orang miskin, tetapi rupanya ia sedang memikirkan segi kegunaan uang itu bagi pribadinya. Jabatannya di dalam kelompok persekutuan murid-murid (rasul-rasul) sebagai seorang bendahara, sementara itu Yohanes 12:6 menyebutkannnya sebagai seorang pencuri.. Baginya jikalau ada persembahan yang masuk., itu berarti tabungannya juga bertambah. Aktingnya bertambah terbongkar tatkala ia mencoba untuk menegor Maria, bagiyudas itu merupakan pemborosan, tetapi bagi Yesus tidak.

Oleh karena selalu mementingkan diri sendiri, maka sikapYudas Iskariot itu menjadi tidak menghargai orang lain. Aksi sosial yang dijalankan bagi orang miskin hanya merupakan topeng belaka, sementara ada banyak dana yang dikorupsi untuk keperluan pribadi. Jadi ketamakan yang ditambah dengan penipuan sudah begitu menggerogoti dan menguasai hatinya. Hal itu membuat dirinya tidak sangup melakukan dengan jujur sesuatu perbuatan yang baik dan menguntungkan orang lain.
Segala perbuatan dalam kehidupannya selalu hal yang merugikan orang lain.

Terlalu gampang di dalam kehidupan kita terjebak melakukan perbuatan yang seperti Yudas, bukan? Kita kadang kala melakukan sesuatu perbuatan baik, tetapi embel-embelnya nanti untuk diri sendiri, hal ini sering kali kita lakukan tanpa kita sadari, bahkan kepada hal-hal yang sangat rohani. Kita memberi persembahan buat pelayanan di gereja, maunya nama kita dibaca oleh orang banyak. Persembahan yang kita berikan kepada "Tuhan" hanya ingin diketahui oleh orang. Padahal firman Tuhan mengatakan apa yang diperbuat tangan kananmu jangan diketahui oleh tanagn kirimu (Matius 6:3). Sungguh riskan, padahal Tuhan itu maha tahu tetapi kita lebih suka memberitahukan pada manusia. Inilah konsep orang dunia. Memang tanpa menulis dengan jelas nama anda, itu berarti administrasi di gereja itu masih kurang beres; tetapi sekali lagi mari kita cek motivasi dan hati nurani kita, apakah unsur kepentingan diri itu masih lebih besar dari mementingkan orang lain?



3. YUDAS TIDAK MENGHARGAI DIRI SENDIRI

Orang yang tidak menghargai Tuhan dan orang lain, secara otomatis pasti ia tidak menghargai diri sendiri. Kisah kehidupanYudas tidak diakhiri dengan Happy Ending, tetapi justru yang sangat mengenaskan. Ia menyesal telah menghianati Gurunya, lalu bunuh diri dengan cara yang sangat tragis. Tragedi ini seharusnya menjadi peringatan terus-menerus bagi orang-orang percaya. Memang ada orang yang coba merekah-rekah, mengapa Yudas itu sampai hati menjual Gurunya. Di dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini dicatat bahwa secara penelitian psikologi, ada beberapa masukan yakni; Yudas itu tamak, cinta uang, ada perasaan cemburu kepada murid-murid yang lain dan ketakutannya akan akhir pelayanan Gurunya yang tak terelakkan mendorong dia menghianati rekannya dan menyelamatkan diri. Menurut de Quincey apa yang dilakukan Yudas semata-mata untuk memaksa Yesus menyatakan diri sebagai Mesias. Kemudian ditambah lagi dengan hati yang sebal dan dendam yang timbul sesudah harapan-harapan duniawinya pudar; hati yang tidak senang menjurus kepada penyesalan mengikuti TuhanYesus, dan penyesalan ini berubah menjadi kebencian.

Benar Yudas itu dipilih oleh Yesus, kita tidak boleh meragukan itu (Matius 10:1-4). Pada mulanya Yudas dipandang sebagai murid yang berbakat dan bisa dipercaya, buktinya ia boleh menjabat sebagai bendahara. Namun pra pengetahuan Yesus tidak mencakup pra penentuan, bahwa Yudas secara tak terelakkan harus menjadi pengkhianat. Yudas tidak pernah sungguh-sungguh ikut Yesus, oleh sebab itu ia tetap "yang telah ditentukan untuk binasa" sudah binasa karena tak pernah diselamatkan (Yohanes 17:12). Alkitab tidak pernah menceritakan pertobatan Yudas, memang ia pernah menyesal karena menyerahkan Tuhan Yesus dengan imbalan tiga puluh keping perak tetapi ia tidak pernah bertobat (Matius 27:

Dengan tidak bertobatnya Yudas maka ia berusaha mengambil jalan pintas, Kisah 1:25 mencatat bahwa di ditempatkan di tempat yang wajar. Seorang pengkhianat Yesus yang tidak mau kembali pada Yesus, temapat yang wajar baginya yakni neraka, tidak ada pilihan lain lagi. Inilah pembuktian bahwa Yudas sesungguhnya tidak menghargai dirinya sendiri.

Mungkin anda bukan pengkhianat Yesus, anda tidak pernah menjual Yesus sampai disalibkan. Namun yang pasti anda adalah insan ciptaan Tuhan! Adakah anda menghargai diri anda sendiri? Jikalau anda benar-benar menghargai diri anda, sesusah anda meninggalkan dunia ini anda kira-kira menuju ke mana? Anda pasti tidak akan membiarkan diri anda masuk ke tempat yang "wajar" yakni nerakanya Yudas, anda tentu memilih surga? Benar tidak? Jikalau benar anda hanya punya satu jalan yang harus dipilih, yakni menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Anda mungkin mengatakan saya sudah menerima Yesus, tidak masalah lagi dengan keselamatan saya. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan orang lain? Mungkin itu kakak atau adik anda. Mungkin itu orang tua anda. Mungkin itu famili anda. Adakah kerinduan anda untuk menyampaikan berita keselamatan ini bagi mereka? Jikalau anda mempunyai kasih yang murni dari Tuhan Yesus, bukan kasih yang penuh kepalsuan seperti Yudas Iskariot, anda pasti mempunyai kerinduan memberitakan kabar keselamatan ini bagi orang lain. Pesan saya yang terakhir pada hari ini, jangan sia-siakan pengorbanan Tuhan Yesus. Amin









Saturday, June 11, 2005

SELAMAT DATANG & SELAMAT MEMBACA
Kontak Penulis via email : saumiman@gmail.com

INTEGRITAS ORANG PERCAYA

INTEGRITAS ORANG PERCAYA
(Realita atau Ilusi?)
Saumiman Saud*)
Philipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Integritas orang percaya, realita atau ilusi? Pertanyaan ini muncul karena di lapangan sulit sekali kita bertemu dengan orang percaya yang benar-benar dikategorikan berintegritas. Sering yang kita temukan adalah, orang percaya yang integritasnya polesan atau tempelan. Mengapa kita katakan demikian? Sebab kenyataannya kebanyakan orang percaya itu “kelihatan” nya sebagai orang percaya hanya pada hari Minggu dan di gereja saja, sedangkan kalau berada di lokasi lain, sangat sulit dibedakan antara orang percaya maupun yang bukan?
Setiap pagi, begitu kita buka mata dan melangkah masuk ke kantor atau duduk di bangku kuliah, kita sudah menemukan berbagai macam orang percaya dengan sifat yang kadang sulit dibedakan dengan mereka yang di luar sana. Ciri-ciri khasnya menjadi pudar begitu saja, keputusan-keputusan yang diambil juga tidak ada bedanya, bahkan kadang menyerempet sehingga bertentangan dengan apa yang di ajarkan oleh Alkitab. Ketika mendapat teguran, mereka malah membela diri, masalah bisnis jangan disamakan dengan hal-hal rohani.
Ternyata kita sering keliru, sebab orang-orang di luar justru tidak memisahkan kita dari status, justru ia tahu kita ini orang percaya, dan karena kita ini orang percaya maka ia percaya pada kita, sehingga bersedia kerja sama usaha. Tatkala kita membuka kerja sama usaha dengan orang lain, maka mereka berkata, ini dia orang gereja, jangan takut mereka pasti orang baik-baik. Lalu permisi tanya, apakah benar tidak boleh takut atau curiga terhadap orang percaya? Celakanya orang-orang percaya kadang tidak dapat dipercaya!!
Secara definisi kata integritas berasal dari bahasa Inggris yakni integrity, yang berasal dari akar kata integer yang mana artinya menyeluruh, lengkap atau segalanya. Ini adalah bentuk ketaatan secara keagamaan terhadap kode moral, nilai dan kelakuan. Kalau kita peragakan , maka integritas ini melebihi karakter seseorang, aksi yang dapat dipercaya (trustworthy action) dan komitmen yang bertanggung jawab (responsible commitment). Kalau boleh ditentukan, maka integritas itu adalah standard terhadap anti suap (incrorruptibility) – menolak melakukan kesalahan terhadaap kebenaran, bertanggung-jawab atau janji (pledge)
Sebagai contoh coba kita lihat Ulangan 32:4 Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Dan lihat juga , Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Titus 1:8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, Titus 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. Kehidupan model begini harus dimiliki oleh orang-orang yang mengaku percaya, dalam hal ini percaya bahwa Yesus itu juruselamatnya.

Integritas Kristen merupakan paket hidup yang standard bagi orang Kristen normal. Integritas Kristen juga merupakan image atau gambaran kehidupan orang percaya yang hidupnya memiliki Yesus Kristus. Hal itu akan tercermin di dalam kelakuan sehari-harinya, baik di tempat umum maupun di tempat terpencil sekalipun.
INTEGRITY IS DISCIPLINED BEHAVIOR
(Integritas Mendisiplinkan Kelakuan)
Kita ini secara tidak langsung setiap hari selalu mengambil keputusan, saya kurang tahu untuk hari ini saja sudah ada berapa keputusan penting yang sudah anda ambil. Bangun dari tempat tidur saja itu merupakan suatu keputusan, ia akan menjadi orang Kristen yang berintegritas tinggi kalau setiap hari memiliki kebiasaan bangun pagi, namun integritasnya akan dipertanyakan apabila setiap hari bangunya kesiangan.

Sebagai seorang mahasiswa, tatkala semua teman-teman di kampus berlaku curang sewaktu ujian, lalu bagaimana dengan anda? Apakah tetap disiplin untuk taat pada peraturan sekolah? Apakah anda merasa tersendiri dan ditinggalkan kalau harus mengambil keputusan yang beda dari orang-orang? Atau juga


Jos 24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
Jos 24:15 Tetapi jika kamu siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"


Pada waktu Yosua Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
Rut 1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
Menjadi siapa kita ini tergantung apa yang menjadi keputusan di dalam kita, tatkala kita memilih untuk berbuat yang tidak baik , maka sorotan dari masyarakat sudah langsung menilai kita. Seorang pria yang memutuskan untuk mengisap rokok, bahkan kadang juga ganja, maka sekitar masyarakat sudah menilainya .
INTEGRITY IS DETERMINED BEHAVIOR
(Integritas Menentukan Kelakuan)
Kondisi kehidupan manusia itu berbeda-beda, demikian juga masalah yang dihadapinya, namun ada kunci kode Integritas Kristen yang tidak boleh beda. Pada waktu menghadapi persoalan dan kelakuan yang kita ekspresikan ke orang-orang itu sangat kelihatan sekali. Nah orang percaya, mestinya memiliki ekspresi yang sudah dipatron dalam Alkitab.
Dalam kitab Daniel 3:1 Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. Semua rakyat diminta untuk menyembah patung yang dibuatnya. Namun Sadrak, Mesakh dan Abednego teman-temannya Daniel ini tidak bersedia menyembah pada patung itu. Lalu raja menjdai marah, kemudian ia bertnaya , lihat Daniel 3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
Lanjutkan lihat Daniel 3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?" Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Titus 1 :12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Pernah terjadi di Tiongkok, ada sebuah penjara yang narapidananya pada lari keluar, padahal tembok penjaranya tinggi, dikunci dengan gembok raksasa, penjaganya juga banyak. Mengapa demikian? Ternyta setelah diselidiki, yang bermasalah adalah integritas penjaga pintu penjara itu, ia dapat dibeli dengan uang, sehingga pintu yang digembok dengan gembok raksasa itu dapat dibuka begitu saja. Integritas seseorang , menentukan kelakuannya, kalau integritasnya tinggi, pastilah ia tidak bakal tergoda dengan uang itu.

INTEGRITY DEMONSTRATED BEHAVIOR
(Integritas Mendemonstrasikan Kelakuan)

.

Integritas adalah lifestyle (gaya hidup) karakter yang tinggal di dalam diri seseorang yang mengaku dan taat pada Tuhan. 1 Yahanes 2 :5-6 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan "musuh nasional" Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.
Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang "tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai", Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.
Seorang pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina, Liddell membuatkan rak baginya.
Tawanan yang lain mengatakan bahwa,"Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu." Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.
Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.
Apa yang membuat Liddell begitu istimewa? Pernah terjadi, ada perlombaan lari 100 m,yang menurut perkiraan Liddell bakal menang , namun ia tidak mau ikut bertanding karena perlombaannya di hari Minggu. Mengapa? Karena Liddell mau ke gereja hari Minggu. Penggemarnya kecewa berat, ada yang marah juga padanya. Anda dapat menemukan rahasianya,. Mengapa Liddell begitu terpujia akhirnya? Ia mendemontrasikan kelakuannya, inilah Integritas dia.
Saya sering menemukan banyak angggota gereja ynag tidak hadir ke gereja pada hari Minggu, lalau ketika ditanay ia menjawab dengan gampang saja, tidak bisa bangun, soalnya pagi sekali. Saay juga bingung, jam 10.00 pagi kebaktian masih terlalu pagi? Lalu yang lain berkata ada tamu datang ke rumah. Bukankah justru kalau ada tamu datang, inilah kesemptan membawa tamunya ke gereja, sekaligus memperkenalkan gereja anda? Yang lain lagi berkata ada pertandingan olah-raga? Wah ini mirip Liddell, Kalau Liddell yang merupakan pertandingan besar saja, ia tidak bersedia tanding karena hari Minggu, lalau mengapa anda tidak dapat menolaknya? Apa yang kita kerjakan, tatkala kita mendemonstrasikan kelakuan, maka terlihat seberapa integritas kita?
Lalu yang menarik dari Lidell yang lain adalah, setiap jam 6 pagi hari. Itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah. Chariots of Fire merupakan film yang sangat terkenal untuk menceritakan riwayatnya
Setiap kita membutuhkan Kehidupan yang berintegritas. Contoh konkretnya kehidupan Tuhan Yesus sampai ajalnya tetap menjadi standard yang benar dan lengkap bagi orang percaya? Integritas kehidupan kemanusiaan Tuhan Yesus sungguh bertahan sampai akhir hidupNya di dunia.
*) Penulis adalah rohaniwan Gereja Injili Indonesia San Jose, California, USA, dapat dihubungi dengan email
saumiman@gmail.com

Thursday, June 09, 2005

ABORSI
(Pro dan Kontra? Bagaimana Orang Kristen Menjawabnya?)

oleh Saumiman Saud *)

Pada Zaman sekarang ini Aborsi menjadi suatu masalah yang semakin kabur nilainya; bagi kita orang Kristen tentu semakin menjadi tantangan iman yang cukup berat. Dari data statistik diperoleh bahwa Jepang saja negara yang sudah begitu maju, sejak tahun 1972 telah melakukan Aborsi 1,5 juta orang per-tahun, Inggris sampai tahun 1983 telah melakukakan Aborsi terhadap 2 juta orang, Amerika Serikat sampai tahun 1986 sudah mencapai 20 juta orang, sedangkan dari penelitian seorang dokter di Jakarta, dinyatakan bahwa pada tahun 1990 ada 400 orang melakukan pembunuhan dan 20% diantaranya melakukan dengan cara Aborsi.

Sejak peristiwa penemuan 13 mayat bayi bulan Nopember 1997 di Jakarta, dan ditangkapnya beberapa dokter yang diduga terlibat dalam praktek Aborsi ini, maka masalah Aborsi mencuat kembali di Indonesia. Apalagi ditambah dengan pernyataan seorang dokter Senior dr. Edward Armando (alias Dokter Robinhood) di Surabaya yang prakteknya di sekitar Gang Dolly (tempat Pelacuran), beliau mengatakan "Ia akan melakukan Aborsi sampai kapanpun", maka timbul berbagai pro dan kontra terhadap masalah ini, ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyarankan agar polisi segera menangkap dokter tersebut, sebab dokter Edward dengan terang-terangan telah mengaku mempraktekkan Aborsi.


A. PENGERTIAN ABORSI

Aborsi menurut dr. Agus Abadi dari UPF/ Lab Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Dr. Soetomo/ FK Unair, abortus (definisi yang lama) - adalah terhentinya kehidupan buah kehamilan pada usia kehamilan sebelum 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. WHO memperbaharui definisi Aborsi yakni Aborsi adalah terhentinya kehidupan buah kehamilan di bawah 28 minggu atau berat janin kurang dari 1000 gram. Aborsi juga diartikan mengeluarkaan atau membuang baik embrio atau fetus secara prematur (sebelum waktunya). Istilah Aborsi disebut juga Abortus Provokatus (Inilah yang belakangaan ini menjadi ramai dibicarakan). Abortus yang dilakukan secara sengaja. Jadi Aborsi adalah tindakan pengguguran hasil konsepsi secara sengaja.

B. JENIS-JENIS ABORSI

Secara garis besar Aborsi dapat kita bagi menjadi dua bagian; yakni Aborsi Spontan (Spontaneous Abortion) dan Abortus Provokatus (Provocation Abortion). Yang dimaksud dengan Aborsi Spontan yakni Aborsi yang tanpa kesengajaan (keguguran). Aborsi Spontan ini masih terdiri dari berbagai macam tahap yakni:

1. Abortus Iminen. Dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan threaten Abortion, terancam keguguran (bukan keguguran). Di sini keguguran belum terjadi, tetapi ada tanda-tanda yang menunjukkan ancaman bakal terjadi keguguran.

2. Abortus Inkomplitus. Secara sederhana bisa disebut Aborsi tak lengkap, artinya sudah terjadi pengeluaran buah kehamilan tetapi tidak komplit.

3. Abortus Komplitus. Yang satu ini Abosi lengkap, yakni pengeluaran buah kehamilan sudah lengkap, sudah seluruhnya keluar.

4. Abortus Insipien. buah kehamilan mati di dalam kandungan-lepas dari tempatnya- tetapi belum dikeluarkan. Hampir serupa dengan itu, ada yang dikenal missed Abortion, yakni buah kehamilan mati di dalam kandungan tetapi belum ada tanda-tanda dikeluarkan.

Sedangkan Aborsi Provokatus (sengaja) masih terbagi dua bagian kategori besar yakni Abortus Provokatus Medisinalis dan Abortus Provokatus Kriminalis (kejahatan). Kita hanya khusus melihat Abortus Provokatus Medisinalis yang terdiri dari;

1. Dilatation dan Curettage

Jenis ini dilakukan dengan cara memasukkan semacam pacul kecil ke dalam rahim, kemudian janin yang hidup itu dipotong kecil-kecil, dilepaskan dari dinding rahim dan dibuang keluar. Umumnya akan terjadi banyak pendarahan, cara ini dilakukan terhadap kehamilan yang berusia 12-13 minggu.

2. Suction (Sedot)

Dilakukan dengan cara memperbesar leher rahim, lalu dimasukkan sebuah tabung ke dalam rahim dan dihubungkan dengan alat penyedot yang kuat, sehinggi bayi dalam rahim tercabik-cabik menjadi kepingan-kepingan kecil, lalu disedot masuk ke dalam sebuah sebuah botol.

3. Peracunan dengan garam

Jenis ini dilakukan pada janin yang berusia lebih dari 16 minggu, ketika sudah cukup banyak cairan yang terkumpul di sekitar bayi dalam kantung anak dan larutan garam yang pekat dimasukkan ke dalam kandungan itu.

4. Histeromi ataau bedah Caesar

Jenis ini dilakukan untuk janin yang berusia 3 bulan terakhir dengan cara operasi terhadap kandungan.

5. Prostaglandin

Jenis ini dilakukan dengan cara memakai bahan-bahan kimia yang dikembangkan Upjohn Pharmaccutical Co. Bahan-bahan kimia ini mengakibatkan rahim ibu mengerut, sehingga bayi yang hidup itu mati dan terdorong keluar.

C. APAKAH ABORSI ITU DIBENARKAN ATAU TIDAK?

a. Masalah Utama Aborsi

Dalam perintah ke 6 berbunyi "Jangan Membunuh", maka dalam hal ini ada orang yang bertanya-tanya, dalam situasi dan kondisiyang rumit, apakah perintah ini berlaku? Dan kalau kita melihat konteksnya, maka perintah ini ditujukan untuk manusia. Dan sekarang yang menjadi masalah utama adalah tentang status fetus itu sendiri;
-Apakah fetus atau janin itu manusia atau bukan?
-Syarat apakah yang harus dimiliki "sesuatu" supaya dapat dianggap seorang manusia, jelasnya supaya memiliki hak hidup?
-Jika kita menganggap bayi yang belum dilahirkan bukan manusia, tetapi hanya benda, kapankah fetus itu dapat menikmati statusnya sebagai seorang manusia atau pribadi?
Jika janin itu belum mempunyai status sebagai manusia, maka Abortus tidak dapat dicap sebagai pembunuhan, dan masalah kita dapat diselesaikan, tetapi jika itu adalah manusia yang sedang mengalami proses pertumbuhan secara kontiniu, maka ini jelas merupakan suatu pembunuhan. Dalam hal ini, seorang penulis Kristen, Daniel Rumondor dalam bukunya "Jangan Membunuh: Tinjauan Etis Terhadap Beberapa Praktek Kedokteran., menyatakan bahwa sejak terjadinya konsepsi, seorang anak sedang dibentuk melalui proses yang alamiah dan terus-menerus, sel telur yang sudah dibuahi itu dalam waktu sembilan bulan lebih akan berkembang menjadi bayi yang mempunyai ratusan juta sel dan fetus mempunyai sistim sirkulasi sendiri dan otak. Sedangkan menurut Dorothy I. Marx dalam bukunya Itu kan Boleh?, beliau mengatakan bahwa saat pertemuan merupakan saat penentuan kehidupan fetus dalam hal-hal;
a. Sifat pembawaan yang kelak diperolehnya dari orangtuanya.
b. Bakat-bakat serta IQ yang kelak dinyatakannya.
c. Sifat-sifat pribadi yang kelak dimilikinya.
d. Tinggi badannya kelak.
e. Warna mata dan rambutnya.
f. Kekuatan fisiknya dan mutu kesehatannya.
Selanjutnya sebagai kesimpulannya adalah:
1. Walaupun janin berada di dalam kandungan ibunya selama 9 bulan dan mengalami suatu proses pembentukan dan pertumbuhan, namun kepribadiannya sudah terbentuk sejak ia mulai dikandung.
2. Walaupun janin berada di dalam kandungan selama 9 bulan, dan belum dapat disebut "Manusia Seutuhnya", tetapi peri-kemanusiaan sudah ada sejak ia mulai dikandung. Maka dalam hal ini, tindakan Aborsi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dibenarkan dan merupakan suatu pembunuhan.

b. Menurut Pandangan Alkitab
Alkitab memberi nilai yang tinggi atas hidup manusia. Dalam Ul 5 :117 tertulis "Jangan Membunuh" dan dalam Kel 21:22-24 dipersoalkan tentang kasus pengguguran (Aborsi), khususnya mengenai kasus kecelakaan seorang wanita yang sedang mengandung, yang terlibat dalam perkelahian antara dua orang laki-laki, apabila si ibu hidup dan kandungannya gugur, maka orang tersebut harus ganti rugi, dan kalau ibu itu mati dan kandungannya juga gugur, maka harus nyawa ganti nyawa. Dalam hal ini ternyata orang Yahudi sangat menghargai hidup, termasuk hidup binatang (lih Ul 22:6,7). Alkitab juga memberitahukan kepada kita bahwa kehidupan sudah dimulai pada saat konsepsi, dalam Mat 1:20 dituliskan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dengan demikian Yesus sungguh-sungguh menjadi manusia yang seutuhnya pada saat konsepsi.
Alkitab juga memandang bayi yang belum dilahirkan itu sebagai satu pribadi atau manusia. Mzm 139:13-16 mencatat tentang Daud, yang pada waktu dikandung sudah merupakan manusia dalam pemeliharaan Allah. Yer 1:5 mencatat "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Juga dalam ayat yang lain yakni Mzm 51:7 Daud mengaku bahwa sifat dosanya sudah ada sejak ia masih dalam kandungan.
Dalam Kej 1:26,27; 2:7 tertulis bahwa Allah menjadikan manusia menurut gambar dan rupaNya, yang menunjukkan bahwa hidup ini kudus dan sangat berharga dihadapan Allah yang telah menciptakannya. Maka dalam hal ini secara tegas Alkitab tidak membenarkan Aborsi, alasannya;
1. Hidup manusia semata-mata Karunia Allah
2. Tuhan mempunyai rencana keselamatan bagi setiap insan yang lahir kedunia ini.
3. Manusia tidak berhak untuk mencabut hak hidup dari pada fetus ataupun embrio, yang berhak hanyalah Allah; jangan kita merampas hak Allah.

c. Berbagai Pertimbangan
Dalam prakteknya, Aborsi hanya dapat dibenarkan dalam beberapa kasus, misalnya:
1. Janinnya sudah meninggal, maka mau tidak mau harus dikeluarkan.
2. Apabila membahayakan nyawa si ibu (inipun prakteknya tidak gampang, harus ada tinjauan dari berbagai pertimbangan etis; dalam konteks iman kita masih tetap kita tolak)

D. AKIBAT-AKIBATNYA

Tindakan-tindakan Aborsi dapat mengakibatkan hal-hal yang negatif pada tubuh kita, yang meliputi dimensi jasmani dan psykologis. Akibat-akibatnya yakni:
1. Sudut Jasmani
- Tindakan kuret pada Aborsi bisa menimbulkan efek-efek pendarahan atau infeksi, dan apabila dikerjakan bukan oleh dokter ahlinya maka alat-alat kuret yang dipakai mungkin tembus sampai ke perut dan dapat mendatangkan kematian.

-Infeksi di rahim dapat menutup saluran tuba dan menyebabkan kemandulan.

-Penyumbatan pembuluh darah yang terbuka oleh gelembung udara, karena banyak pembuluh darah yang terbuka pada luka selaput lendir rahim dan gelembung udara bisa masuk ikut beredar bersama aliran darah dan apabila tiba pada pembuluh darah yang lebih kecil, yaitu pada jantung, paru-paru, otak atau ginjal, maka bisa mengakibatkan kematian.

-Perobekan dinding rahim oleh alat-alat yang dimasukkan ke dalamnya akan mengakibatkan penumpukan darah dalam rongga perut yang makin lama makin banyak yang menyebabkan kematian.

-Penanganan Aborsi yang tidak steril bisa mengakibatkan keracunan yang membawa kepada kematian.

-Menstruasi menjadi tidak teratur

-Tubuh menjadi lemah dan sering keguguran

b. Sudut Psykologis
1. Pihak wanita
Setelah seorang wanita melakukan tindakan Aborsi ini, maka ia akan tertindih perasaan bersalah yang dapat membahayakan jiwanya. Kalau tidak secepatnya ditolong, maka ia akan mengalami depresi berat, frustrasi dan kekosongan jiwa.

2. Pihak Pria
Rasa tanggung jawab dari si pria yang menganjurkan Aborsi akan berkurang, pandangannya tentang nilai hidup sangat rendah; penghargaannya terhadap anugerah Allah menjadi merosot.

c. Sudut Hukum
KUHP di Indonesia yang diberlakukan sejak 1918 tidak membenarkan tindakan Aborsi dengan dalih apapun. Aborsi dianggap tindak pidana yang dapat dikenakan hukuman, yang diatur dalam pasal 283,299,346 hingga 349 dan 535).

E. MEREKA HARUS DITOLONG, TETAPI BAGAIMANA CARANYA?

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menolong orang yang sudah melakukan Aborsi dan sedang tertindih rasa bersalah adalah:
a. Understanding and Acceptance
Orang-orang yang guilty feelings biasanya cenderung membenci diri sendiri dan mengharapkan (tanpa sadar) untuk dikritik orang lain, oleh sebab itu, apabila mereka mencari konselor mereka selalu menunjukkan self blaming atau self defensive karena merasa pasti aakan dipersalahkan oleh orang yang hendak menolongnyaa. Maka dalam hal ini kita harus waspada, yakni perasaan bersalah itu sebenarnya sangat menyiksa dia. Oleh karena itu sikap kritik dan mengadili harus kita jauhkan, sebaliknya kita harus mengerti dan menerima mereka. Tuhan Yesus tatkala menghadapi orang-orang berdosa sikapnya tidak mengadili (lih Yoh 8:3-11). Yesus pasti secara tegas menolaak dosa, tetapi Ia tetap mengasihi, menerima dan mengerti orang-orang berdosa.

b. Insight (Memberikan dan menghidupkan pengertian yang benar dalam diri orang tersebut). Lakukan ini dengan penuh pengertian dan bijaksana. Tanyakan pada orang tersebut tentang perasaan-perasaannya tentang Aborsi. Bagaimana pengalaman dan pengertiannya soal pengampunan? Apakah dalam rumah tangga sering ada kritikan, kutukan dan maki-makian? Apa yang gereja ajarkan tentang Aborsi itu? Tujuan dari Insight ini adalah untuk menolong orang yang bersangkutan supaya sadar akan standard kebenaran tingkah-laku yang ia miliki, dan memperbandingkannya dengan ajaran Alkitab.

c. Repentance dan Forgiveness
Akar dari perasaan bersalah menyangkut pribadi orang tersebut. Alkitab mengajarkan bahwa pertobatan dan pengakuan dosa adalah hal yang terutama jika seseorang mau mengalami pengampunan. Kita harus menolong mereka untuk menerima pengampunan dari Tuhan Yesus yang telah datang ke dunia melalui anak darah Maria serta mati disalibkan di Golgota, agar darahnya membasuh dosa-dosa kita. Penyesalan dan pertobatan di luar Tuhan Yesus itu kosong belaka. Memang untuk semua itu harus ada konsekwensinya, sebab Allah kita Kasih sekaligus Adil. Itu berarti dosa kita dihapus, namun akibatnya tetap akan kita alami. Kepada orang-orang yang mengalami masa-masa sulit ini, persekutuan dengan Tuhan merupakan kunci yang paling penting bagi kita. Mungkin orang-orang disekitar kita menjadi benci, tetapi Tuhan tetap mengasihi kita, sebab bagaimanapun kita ini ciptaanNya.

Demikianlah tulisan singkat ini disampaikan untuk kita semua, besar harapan kami sebagai penulis, anda dapat sedikit tahu dan mengerti serta sekaligus memahami masalah Aborsi. Terutama ditinjau dari Alkitab kita. Tuhan berkati kita.

*) Saumiman Saud adalah rohaniwan Gereja Injili Indonesia San Jose, penulis buku Mengenal Dia Lebih Dalam (Kairos , Jogjakarta )dan Dinamika Kehidupan Orang Percaya terbitan (Yasinta, Jakarta) beliau dapat dikontak via email :
Saumiman@gmail.com


Saturday, April 16, 2005

SALIB YESUS KRISTUS


SALIB YESUS KRISTUS
(Yohanes 12:27-36)

Dunia dihebohkan oleh penemuan seorang ahli genetika Dr. Ian Wilmut dan koleganya dari Roslin Institute (lihat. Kompas, 28 Februari 1997) yang disebut "Domba Clone dari sel Kambing". Hasil pencobaan yang dilakukan terhadap domba ternyata positip, Juli 1996 telah lahir seekor domba hasil proses laboratorium diberi nama Dolly. Domba yang satu bisa digandakan menjadi seratus atau seribu ekor yang percis sama.

Para ahli mengungkapkan; jikalau "Clone' ini berhasil, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan "Meng-cloning" manusia. Itu berarti Jikalau kita sudah tua, lalu bisa meng-cloning seseorang yang percis kita sebagai pengganti. Atau jikalau seorang bapak mendengar isterinya sakit keras dan dokter memvonis tentang kematiannya, maka ia akan meminta para ahli untuk meng-cloning seorang wanita untuk dipersiapkan sejak dini sebagai pengganti yang persis isterinya.

Tentang masalah "Meng-cloning manusia" ini terdapat berbagai perdebatan, baik ditinjau dari segi etika, moral maupun teologi. Bagaimana kalau penemuan ini sudah ada pada zaman Tuhan Yesus, itu artinya Tuhan Yesus bisa mencarikan pengganti-Nya untuk disalibkan? Tetapi apakah itu bermakna! Namun saya percaya tanpa penemuan cloning ini Yesus pun bisa melakukan itu, tetapi Ia tidak mau. Alkitab dengan jelas memaparkan bahwa yang disalibkan adalah Yesus. Dia yang tidak berdosa dijadikan berdosa untuk membebaskan manusia yang berdosa.

Berbicara penyaliban Tuhan Yesus, maka tidak salahnya bila kita lihat mulai dari taman Getsemani. Pada bagian ini saya mencatat ada tiga makna penting yang terkandung di dalam peristiwa penyaliban Tuhan Yesus.


1. Salib Tuhan Yesus merupakan "penderitaan" menuju “perdamaian”

Rasul Petrus mencatat; ketika Dia (yaitu Yesus) dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam; tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. (1 Petrus 2:23-24)

Tidak hanya itu, Ia juga diejek, ditampar, Ia diludahi, Ia ditendang, Ia dicambuk dengan cemeti yang ujungnya ada paku yang tajam, sehingga kulit tubuh-Nya tersayat-sayat. Tubuh Yesus menjadi begitu lemah, dan menurut tradisi pada zaman itu, orang yang disalibkan itu harus membawa salibnya sendiri ke atas gunung; yang biasanya di luar kota. Pada zaman itu telah dikenal ada tiga macam salib yang biasanya dipergunakan untuk menghukum para penjahat, yang pertama Salib yang berbentuk T, yang kedua salib yang berbentu X, dan yang ke tiga salib yang bentuk U. Dan bentuk salib yang dipergunakan untuk menyalibkan Tuhan Yesus adalah berbentuk salib yang seperti kita kenal hari ini.

Tubuh manusia Yesus sudah menjadi begitu lemah, Ia tidak sanggup lagi membawa kayu salib itu; sehingga seseorang yang bernama Simon dari Kirene itu membantu mengangkat salib Yesus. Sesudah berada di bukit Golgota atau bukit Tengkorak, salib itu diturunkan dan dibaringkan di atas tanah, orang yang akan disalibkan juga dibaringkan juga. Lalu kedua tangannya dipaku, juga kaki-Nya. Kemudian pelan-pelan salib itu diangkat naik dan tegak. Seluruh berat badan manusia itu sesuai dengan gaya gravitasi bumi akan tertarik turun ke bawah. Itu berarti lubang paku di tangan yang itu akan makin lebar, makin lebar, sekarang hanya tinggal tulang yang menyangkut dipaku.

Demikian juga lubang paku dikaki, berat tubuh menekan turun memaksa lubang paku di kaki Yesus makin melebar. Darah menetes ke luar, itu juga berarti tekanan darah-Nya semakin rendah. Peredaran oksigen dalam tubuh juga semakin berkurang, getaran urat nadi semakin cepat dan pernafasan terpacu lebih cepat dan dalam. Sungguh sengsara. Tanpa obat bius (Matius 27:34). Sakit sekali, dan celakanya pada saat-saat demikian orang yang disalib itu tidak akan cepat mati, justru dengan lambatnya mereka mati; itu berarti memperbanyak rasa sakit.

Namun di saat-saat demikian, Yesus masih mengucapkan kata-kata yang penuh makna. Kata-kata yang dikenal sebagai tujuh perkataan Agung Yesus yang terakhir di atas kayu salib:
(1). Ya,Bapa Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.
(2). Hari ini juga, engkau bersama-sama dengan Aku di taman Firdaus.
(3). Lihatlah ibumu, lihatlah anakmu
(4). AllahKu,AllahKu, Mengapa Engkau meninggalkan Aku.
(5). Aku haus
(6). Sudah Genap (Tetelestai)
(7) . Kedalam TanganMu, Ku serahkan nyawa-Ku

Biasanya orang yang disalibkan itu kakinya dipatahkan terlebih dahulu, supaya mempercepat kematiannya, dan ini diperlakukan buat kedua penjahat yang ada di samping kanan kiri Yesus. Sedangkan kaki Yesus tidak perlu sampai dipatahkan, karena Yesus mati lebih dahulu dari kebiasaan waktu yang diperhitungkan. Sehingga membuat para perajurit itu tidak percaya dan untuk membuktikan bahwa Yesus benar-benar mati maka, lambung Yesus ditikam dengan tombak.

Inilah peristiwa singkat penyaliban Tuhan Yesus. Betapa indah kalau didramakan, tetapi akan lebih indah dirasakan. Yesus memang menderita, tetapi tidak sampai batas itu saja, Alkitab mencatat (Matius 27:51) "Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah", ini menunjukkan perdamaian. Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, hubungan Allah dengan manusia terputus, tetapai dengan kematian Yesus Kristus; Allah memperdamaikan kita semua. Tidak ada pengganti-Nya, hanya Yesus saja yang sanggup menciptakan perdamaian itu.

2. Salib Tuhan Yesus merupakan "kekalahan" menuju Kemenangan

Secara perhitungan dunia Yesus itu mengalami kalah telak, karena Ia harus mati. Bagi dunia orang yang mati sudah tidak berguna lagi, tetapi ingat bahwa kita tidak menyembah pada Tuhan Yesus yang mati, pada hari ke tiga Ia telah bangkit dan hidup kembali. Inilah kemenangan yang dahsyat, seharusnya tidak pernah dilupakan oleh umat manusia. Orang-orang disekitar boleh mengenyek Yesus, karena ketidaktahuan mereka. Kalimat yang diucapkan cukup pedih "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel, baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepadaNya. Ia menaruh harapan Nya pada Allah; baik;lah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata Aku adalah Anak Allah." (Matius 27:42-43).

Pernah dulu saya membayangkan bahwa Yesus akan turun seperti yang dalam film "Superman", lalu orang-orang yang mengenyek Dia dibantai habis-habisan. Namun tidak, Yesus tidak melakukan itu; walaupun untuk disalibkan saja Yesus sangat bergumul antara menuruti kehendak Allah atau menuruti kehendak-Nya sendiri.

Di taman Getsemani, merupakan saat-saat Tuhan Yesus bergumul, Ia harus membuang jauh-jauh "kedagingan-Nya". Tiga kali berturut-turut Yesus berdoa pada malam itu. Dengan peluh yang membasahi sekujur tubuh-Nya, Yesus datang pada Tuhan Allah. Dia mengatakan "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39). Untuk kedua kalinya Yesus masuk lagi ke dlam taman Getsemani untuk berdoa "Ya BapaKu, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendakMu!" (Matius 26:42). Doa yang ketiga kalinya, percis sama dengan yang kedua. "Ya BapaKu, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila aku meminumnya, jadilah kehendakMu!", satu doa penyerahan diri Yesus.

Benar Yesus mati di atas kayu salib, dan ini dibuktikan oleh tombak yang menusuk perut-Nya. Ia benar-benar mati. Ia bukan pinsan, Ia tidak lari , Ia tidak turun dari kayu salib. Sekali lagi Yesus mati, seperti kekalahan, tetapi bagi kita, inilah suatu kemenangan, karena Yesus berhasil taat sepenuhnya kepada Allah.

Memang di dunia ini, bagi orang yang sepenuhnya mau menjalani perintah Allah, ia seperti orang yang bodoh selalu mendapat penghinaan. Karena tawaran dunia begitu menarik, kelihatannya lebih nikmat, lebih hebat namun sayang sifatnya sementara saja.

3. Salib Tuhan Yesus merupakan "maut" menuju Keselamatan

Kematian merupakan maut, itulah hukuman Tuhan akibat dosa manusia. Namun kematian Tuhan Yesus bukan merupakan dosanya, namun Ia menanggung segala dosa kita. Yesus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, untuk menggantikan kita dihukum. (bnd 1 Petrus 1:18-20 "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir".

Jikalau kita melihat Yesus sampai batas kematian-Nya saja tentu itu sia-sia, tetapi Yesus yang kita sembah bangkit pada hari yang ke tiga. Duduk bertahta dikerajaan bersama-sama Allah. Inilah yang disebut dengan maut menuju keselamatan itu. Yesus mati karena dosa kita dan bukan hanya itu Ia juga mati bagi dosa kita

Memang kebangkitan Tuhan Yesus menjadi perdebatan terus sejak zaman Perjanjian Baru. Bukankah zaman rasul Paulus juga ada perdebatan tentang masalah kebangkitan ini; ada orang Farisi yang percaya kebangkitan lalu ada orang Saduki yang justru tidak percaya akan kebangkitan. Sampai hari ini kebangkitan Yesus itu diperdebatkan belum tuntas, apalagi ketika kita sebagai orang awam hendak membuktikannya dihadapan orang-orang yang belum percaya. Memang sulit.

Ada tiga alasan yang cukup masuk akal, yang membuktikan bahwa Yesus yang kita percayai itu benar-benar bangkit dari kubur. Seorang penulis yang bernama Morrison menemukan bahwa Kristus Yesus terang-terangan dibaringkan dalam kubur pada hari Jumat, tetapi pada hari Minggu pagi jenazah-Nya telah hilang. Seandainya Ia tidak bangkit dari kubur, maka ada orang yang telah mengambil jenazah itu. Dalam hal ini ada tiga kelompok orang yang pantas dicurigai yang kemungkinan besar telah mengambil jenazh Tuhan Yesus. Orang-orang tersebut adalah : 1. Orang Romawi 2. Orang Yahudi dan 3. Murid-murid Yesus sendiri, namun logikanya dapat kita lihat bahwa:

1. Orang-orang Romawi tidak mempunyai alasan untuk mencuri jenazah itu, karena mereka ingin menjaga ketenteraman di Palestina. Maksud mereka tidak akan tercapai bila mereka mencuri jenazah Yesus dari kubur.

2. Orang Yahudi juga tidak mungkin mengambil jenazah Yesus, karena hal yang paling mereka tidak inginkan adalah pernyataan tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Menurut Matius 27 mereka sendiri yang meminta supaya kubur Tuhan Yesus dikawal.

3. Murid-murid Yesus juga tidak mempunyai alasan mencuri jenazah Tuhan Yesus lalu membohongi orang banyak dengan mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Seandainya mereka melakukannya maka mereka telah mengabarkan hal yang penuh kebohongan, dan sia-sialah para rasul mereka yang karena kabar kebohongan ini harus mati.

Penjelasan yang paling masuk akal adalah, Yesus Kristus benar-benar telah bangkit dari kubur. Memang murid-murid Tuhan Yesus tidak sepandai para ahli yang ada pada abad 20, tetapi saya pikir untuk membedakan antara hidup dan mati mereka tentu bisa. Dalam 2 Petrus 1:16 "Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa-kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya"

Kebangkitan inilah kemenangan besar. Sehingga bagi yang percaya kepada-Nya juga menikmati suatu kemenangan khususnya keselamatan. Tanpa darah yang dicurahkan di atas kayu salib; tidak ada keselamatan.

Menjelang saat-saat peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, kita sudah melihat kasih Yesus begitu besar kepada kita. Apa yang dapat kita perbuat bagi dia? Berbuatlah sesuatu bagi-Nya sebab Dia terlebih dahulu sudah berbuat banyak untuk kita.

CANTIK ALAMIAH ATAU KIMIA

CANTIK ALAMIAH ATAU KIMIA

“Janganlah kecantikanmu hanya kecantikan luar, seperti misalnya menghias rambut atau memakai perhiasan, atau berpakaian yang mahal-mahal.
Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah.” (1Petrus 3 :3-4)

Wajah cantik, siapa yang tidak suka! Tentu semua orang suka, bukan? Dari anak kecil, para remaja, pemuda sampai dewasa bahkan orang tua suka akan kecantikan. Itulah sebabnya tidak heran, banyak kaum wanita tidak sungkan-sungkan menghabiskan uangnya hanya mengurus masalah kecantikan. Ia rela memaksakan diri diet supaya tubuhnya langsing dan elok dipandang, puasa tidak menjadi soal. Asal kelihatannya cantik. Apa sebenarnya guna kecantikan itu?

Wow, kecantikan itu rupanya untuk dilihat dan dipandang oleh orang lain selain diri sendiri, kadang-kadang karena masalah kecantikan ini cermin yang ada itu menjadi korban hanya gara-gara di wajah sang gadis muncul jerawat, sebab kemarin malam ia tidak dapat menahan selera terhadap kacang goreng yang enak itu. Lalu mulailah ia mengoleskan diri dengan berbagai bumbu eh salah dengan berbagai bedak agar secepatnya mengusir jerawat nakal yang hingap di wajahnya.

Baru-baru ini saya dikirim sebuah email yang berisi wajah para artis cantik dikala tidak bersolek, wah wajahnya ternyata lebih jelek dari dari para wanita-wanita yang secara umum dilihat oleh mata manusia itu jelek. Dengan kata lain, ternyata kecantikannya itu hanya merupakan polesan belaka, atau kasarnya tipuan. Saya pikir kalau ada kesempatan, kita membuat kepanitiaan kontes kecantikan para wanita tanpa bersolek. Nah, pada waktu itulah akan ketahuan, siapa sebenarnya yang cantik secara alamiah atau yang cantik secara “kimia”, maksudnya dipoles dengan bedak-bedak dan gincu serta spidol yang mahal itu.

Suatu hari ada seorang suami yang agak jengkel pada isterinya. Sebab ia suka bersolek dan memilih pakaian berjam-jam lamanya setiap hendak bepergian. Apalagi ditambah dengan setiap pakaian yang dicoba itu selalu ditanyakan pada sang suami, “sudah cantik belum saya begini” Sementara sang suami sudah menjawab “ya , cantik” , tetapi sang isteri masih tidak puas,. lalu menggantikan lagi dengan yang lain. Tiba-tiba setelah berulang kali ganti-ganti pakaian lagi, sang suami bertanya, “bukankah cukup kalau saya sudah mengatakan kamu itu sudah cantik”? Mau dipamerkan untuk siapa lagi?

Di dunia nyata kita, kecantikan itu memegang peranan yang sangat penting, misalnya para manager merekrut sekretaris, pastilah ia memilih yang berwajah cantik, lalu para artis juga pada umumnya yang cantik-cantik, para pria memilih pacar, pasti memilih yang cantik, walaupun sesungguhnya kecantikan itu sangan subjektif sekali, namun menurut standard kaca mata pria itu calon isterinya pasti yang paling cantik di dunia. Sesungguhnya wanita yang paling cantik di dunia dari jaman dahoeloe samapi sekarang hanya satu, yakni Hawa, karena waktu itu tidak ada saingannya. Kalau sekarang sudah banyak sekali wanita yang cantik-cantik.

Sebenarnya ukuran pasangan yang ideal seseorang itu bukan masalah cantik atau tidak, coba lihat nenek-nenek dan kakek-kakek yang sudah tua, mereka masih setia bergandengan tangan pergi ke mana-mana, masih akrab dan saling menyayangi. Kalau kecantikan merupakan standard mereka, pastilah sudah jauh-jauah hari mereka berpisah, karena saat ini TOP alias sudah tua, ompong dan peot. Pertanyaannya, mengapa demikian? Karena bukan kecantikan yang sebagai ukuran, tetapi ada sesuatu yang melebihi dari kecantikan itu, yang yang berada di dalam hati yang terdalam.

Ada orang mengatakan bahwa, jangan mencintai karena kecantikan, namun karena kita mencintailah maka dia menjadi cantik. Makanya tidak heran sering ditemukan wanita yang wajahnya cantik, kebanyakan pasangannya di luar perhitungan kita artinya tidak setampan yang kita anggap sepadan, saya katakan “kebanyakan” yang artinya tentu tidak mutlak. Hal ini membuktikan bahwa ternyata kecantikan itu tidak penting di dalam masalah cinta-mencintai. Namun bukan berarti pula para wanita tidak perlu bersolek, sehingga mereka tampil apa adanya dan membiarkan tubuhnya gembrot melorot. Kalau ini terjadi maka dunia tidak seindah sekarang ini, walaupun sesungguhnya kecantikan itu banyak bohongnya.

Sekarang permisi tanya, kalau kecantikan itu tidak terlalu penting, lalu apanya yang penting? Terus terang apa artinya seorang wanita itu cantik rupawan, namun hidupnya tidak karuan, hatinya jahat, suka mabuk-mabukan, candu narkoba, perokok berat, suka ngomong jorok, berpakaian yang seronok dan sebagainya. Firman Tuhan mengatakan “seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila” (Amsal 11 : 22). Pemandangan terhadap wanita yang model beginian membuat standard para wanita cantik itu menjadi tenggelam dan murahan. Belum ditambah dengan para wanita cantik itu biasanya banyak teman prianya, kemungkinan besar juga banyak pacarnya.. Nah kalau itu terjadi, maka standardnya akan bertambah melorot, ia ibarat piala bergilir yang gonta-ganti pemiliknya.
Alkitab mencatat, ada satu kecantikan yang tidak dapat dibeli dan tidak dapat hilang, yakni kecantikan yang dari dalam yang disebut kecantikan batiniah. Walaupun kita tidak mengupas sampai jauh mendalam, karena ini bagiannya psikologi, namun kita dapat melihat bahwa kecantikan yang ada di dalam itu melebihi segalanya. Itulah sebabnya mengapa di dalam Kidung Agung, raja Salomo menuliskan tentang gadisnya yang hitam tetapi cantik (Kidung Agung 1 : 5), suatu penilaian yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang terdalam, bukan berdasarkan standard yang secara umum.

Kecantikan yang ada di dalam diri seseorang itu lebih berarti daripada kecantikan di wajah. Tadi kita sudah jelaskan bahwa, kecantikan karena wajah itu dapat menimbulkan berbagai problem kebohongan, yang sangat tergantung pada alat-alat kecantikan, lagi pula sifatnya sementara. Tetapi kecantikan yang di dalam tidak demikian, ia sudah terpatri di dalam diri orang tersebut dan tidak pernah luntur. Konkretnya, apalah artinya seorang gadis yang cantik secara wajah, namun kurang ajar, tidak sopan, suka menyimpan dendam, kasar, tidak pernah memaafkan orang lain, tidak ringan tangan namun kerjanya hanya bersolek, tidak betah di rumah, suka menghina orang lain, selalu bertengkar dengan teman-temannya bahkan sombong dengan kecantikannya itu.


Seseorang yang cantik dihadapan Allah adalah seseorang yang mengerti bahwa kecantikan itu adalah anugerah dari Allah, dan itu tidak dapat dibeli dengan uang. Itu sebabnya jangan ada yang sombong. Belum tentu orang yang cantik itu akhirnya mendapatkan suami yang tampan, yang kaya, dan segalanya yang terbaik, namun sering kali karena kesombongannya atas kecantikannya itu membuat dia harus dijauhi orang banyak, teman juga sedikit bahkan tidak ada. Tidak sedikit saya temukan ada wanita yang semas mudahnya cantik, bahkan banyak yang naksir, tetapi karean jual mahal dan sombong, akhirnya ia harus hidup jombloh.

Selain itu orang yang hidupnya cantik dihadapan Allah sudah pasti mengasihi orang lain, pengampunan itu akan gampang sekali diberikan. Bagi orang yang di dalam dirinya memiliki kasih yang murni, pastilah ia juga bakal dikasihi orang lain. Namun kalau sampai orang lain mebencinya, pastilah ada yang tidak beres. Sangat indah tentunya orang yang cantik juga mengasihi Tuhan, sehingga ada keseimbangan secara khusus. Dengan demikian maka lahirlah mereka yang cantik diri dari dalam, cantik kepribadiannya, cantik karakternya dan juga cantik kerohaniannya, sedangkan kecantikan di wajah sudah menjadi relatif sekali. Nah, orang yang demikian sungguh cantik, bukan?.

Sekarang permisi tanya, anda mau memilih yang mana, kecantikannya dipoles atau kecantikan batiniah? Yang dipoles akan segera hilang yang batiniah senantiasa ada. Allah mengasihi kita sekalian, ia tidak memasang syarat kecantikan pada kita. Artinya Allah menerima kita apa adanya, tuntutan-Nya hanya satu, penyerahan diri secara total kepada-Nya, hanya itu.



CANTIK, BAHAGIA JUGA BAHAYA

CANTIK, BAHAGIA JUGA BAHAYA

“Memang aku tahu bahwa engaku adalah seorang perempuan yang cantyik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engaku, mereka akan berkata: itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dna membiarkan engaku hidup” (Kejadian 12 : 11b-12)

Saya tertarik dengan ucapan yang dilontarkan rekan hamba Tuhan kami di sini beberapa waktu yang lalu, beliau mengatakan punya isteri yang cantik itu bahagia , tetapi juga bahaya. Anda mau tahu kenapa begitu? Koq bisa cantik itu menjadi bahagia sekaligus bahaya? Apa yang membuat orang cantik menjadi begitu mengerikan? Bahaya!

Memiliki wajah cantik dan tampan memang sangat bahagia sekali, di mana-mana menjadi daya tarik tersendiri. Mengapa tidak, orang cantik temannya banyak, yang penting ia tidak sombong dan pandai bergaul. Di kampus biasanya yang cantik bakal menjadi bunga kampus, di mana-mana banyak penggemarnya, asal tahu jaga diri saja; sebab kalau tidak bisa menjadi piala bergilir. Apa pula itu piala bergilir? Waktu saya masih SMA dulu istilah ini sudah ada sebenarnya, kalau seorang gadis dikatakan piala bergilir artinya ia suka sekali gonta-ganti pasangannya, mungkin hari ini si X datang bertamu besok lusa sudah si Y, bahkan banyak lagi yang lain. Hari ini nonton bersama dengan si pembawa Mercedes Benz, besoknya ke restoran dengan yang si pembawa BMW, lusanya pergi lagi dengan pilot Helikopter.

Cantik sesunguhnya bukan usaha kita, itu boleh dikatakan pemberian Tuhan, oleh sebab itu kecantikan bukan suatu hal yang perlu disombongkan. Beruntunglah anda jika dikatakan cantik, ketimbang jelek. Tetapi saya yakinlah , teman-teman kita tidak bakal mengatakan kita itu jelek, kalaupaun mereka mengatakannya juga, pastilah mereka itu sudah tidak akur apa kita. Mungkin iri atau benci pada kita.

Orang cantik sering mendapat prioritas, apalagi ketemu para pria yang “hidung belang”, jangan tanya saya apa artinya hidung belang, buka kamus sendiri aja kawan, bisa jadi orang cantik yang antriannya paling belakang menjadi paling depan, maksudnya didahulukan. Di bus misalnya orang cantik yang tidak mendapat tempat duduk, tiba-tiba ada yang mengalah dan memberikan kepadanya. Hebatkan, inilah dahsyatnya orang cantik.

Seseorang akan hahagia sekali kalau pacarnya cantik, isterinya cantik, anak-anaknya juga cantik, ke mana-mana dipuji orang akan kecantikannya dan menjadi pusat perhatiaan. Apalagi disebut mirip dengan bintang-bintang film terkenal. Wui....bangga rasanya. Namun ingat, ada bahayanya juga, orang itu akan jadi sombong dan angkuh. Mestinya orang cantik dapat berhemat, sebab ia tidak perlu membeli banyak kosmetik lagi, pakaiannya sederhana sudah cukup, tabungannya bisa jadi banyak. Orang yang cantik, tanpa merias diri sudah kelihatan cantik.

Tetapi yang menjadi masalah adalah, kemana-mana orang cantik suka dilirik, jadi repot juga. Sang pacar sulit menjaga sang kekasih, sebab banyak banyak saingannya. Bagi orang tua yang punya anak cantik, mungkin setiap weekend telepon pada berdering dan banyak tamu yang bertandang. Si orang tua menjadi super ketat menjaga anaknya. Inilah letak kesulitan punya orang-orang dekat yang cantik.

Abraham itu punya isteri yang cantik, namanya Sara. Oleh karena isterinya cantik maka ia menjadi takut, sehingga ia melakukan kesalahan dan itu terulang dua kali ketika berada di Mesir dasn ketika berhadapan dengan Abimelekh. Ia tidak mengaku Sara sebagai isterinya, sebab ia takut dibunuh karena bisa direbut orang. Dan hal yang sangat riskan sekali terjadi , sang isteri hampir menjadi milik orang, susahkan dan bahayakan punya isteri yang cantik? (lihat Kejadian 12 : 10-20 ; 20 : 2-5)

Memang ada orang bilang cantik itu relatif, benar sih kalimat ini. Tetapi jujur saja, rupanya bagi yang mengatakan itu juga ada standard patokannya untuk orang cantik, buktinya ada suara terbanyak dari orang-orang yang memang mengaku atau menilai seseorang itu cantik dan tidak, dan herannya penilaiannya sama, tetap sja mata yang menilai itu tahu mana yang cantik. berartikan ada standardnya.

Bagi mereka yang merasa diri tidak cantik, jangan berkecil hati, sebab justru ini merupakan kelebihan anda yang tidak dimiliki oleh orang cantik. Orang cantik itu takut sekali dengan ketidak cantikannya, itu sebabnya kemana-mana selalu memperhatikan keadaan dirinya, dan hal ini tentu merupakan kesusahannya tersendiri. Bagi orang cantik, sebutir jerawat saja muncul di wajahnya, atau segaris kerutan saja akan membuatnya tidak dapat tidur nyenyak berminggu-minggu. Tadinya ia penuih suka-cita, sekarang menjadi muram, karena takut kalau kecantikannya bakal hilang.

Bagi mereka yang merasa tidak cantik, peduli amat dengan jerawat satu atau segaris keriput, jadi ia boleh menikmati hidup dengan penuh suka-cita selalu, tanpa kuatir akan masalah kecantikan. Setiap orang yang sudah mengetahui dirinya cantik, maka pada saat yang sama muncul rasa ketakutan akan dirinya menjadi tidak cantik. Padahal setiap orang yang hidup di dunia ini pada sauatu hari kelak bakal menjadi tidak cantik lagi. Ada banyak orang stress dengan dirinya yang tiba-tiba menjadi kurang atau tidak cantik.

Firman Tuhan itu tidak salah, manusia itu selalu melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan itu melihat hati. Jadi bagi manusia yang penting yang kelihatan di luar saja, misalnya cantik, tetapi bagi Tuhan yang penting justru di dalam hatinya. Makanya tidak heran perusahaan penerbangan, merekrut pramugari pasti yang salah satu syaratnya berpenampilan menarik, mereka sungkan menyebut secara langsung cantik. Sekretaris di kantor pastilah yang cantik, mungkin juga ketrampilannya menjadi nomer dua.

Hai orang-orang cantik dan yang merasa tidak cantik, bersyukurlah, sebab Tuhan yang kita sembah itu ternyata tidak memandang masalah kecantikan.. Siapapun kita, Tuhan akan menerima kita tanpa memandang bulu, kita semua orang berdosa yang sudah kehilangan kecantikan dari Tuhan, tetapi IA itu mengasihi kita, sehingga IA akan menyucikan segala dosa-dosa kita, supaya kita yang tidak cantik menjadi cantik kembali, inilah kecantikan yang sesunguhnya kita harapkan bukan! Apakah anda sudah cantik dihadapan TUHAN?

KETIKA AKU TIDAK TERPILIH

KETIKA AKU TIDAK TERPILIH
Sebenarnya sejak kecil setiap orang sudah mempunyai cita-cita. Tentu kita masih ingat pada saat kita kecil, banyak orang yang bertanya apa cita-citamua kalau ntar udah gede? Biasanya kita jawab saja dengan yang muluk-muluk, dari mulai insyinyur sampai ke dokter. Tidak ada tu yang bilang mau jadi pengemis atau tukang Ojek. Itu sebabnya ada pribahasa mengatakan “Gantungkanlah cita-cita anda setinggi langit”, artinya berikanlah pengharapanmu pada sesuatu yang kamu harapkan setinggi mungkin. Namun saya menganjurkan kita mengubah sedikit kata-kata pribahasa tersebut, sebab kalau kita katakan “Gantungkan cita-citamu setinggi langit, tentu kita tidak bakal mencapainya. Biarlah kita “gantungkan cita-cita pada suatu posisi (titik) tertentu sehingga kita dapat mencapainya, terserah mau tinggi atau tinggi sekali.

Saya mempunyai seorang tokoh favorit di Alkitab yang bernama Daud. Saya sendiri sejak kecil saya suka sekali dengan ceritanya, mengapa? Sebab sebagai seorang gembala ternak, tubuhnya yang masih kecil, namun ia diberikan Tuhan kekuatan yang luar biasa untuk mengalahkan raksasa Goliat yang ditakuti semua orang Israel. Oleh sebab itu Daudpun dipuji di mana-mana, termasuk para perempuan di Yerusalem, mereka memujinya berupa nyanyian yang yang mengatakan “Saul mengalahkan beribu-ribu orang, namun Daud mengalahkan berlaksa-laksa”. Kalimat pujian inilah yang akhirnya menjadi sumber kesulitan baginya, karena raja Saul tidak senang akan hal itu. Raja Saul marah!!!

Maka mulailah timbul dendam di hati Saul, ia berusaha dengan berbagai cara untuk membunuh Daud, padahal Daud itu menantunya senditri. Rupanya saingan bisa muncul kapan saja dan dari siap saja, semenatar saat ini sedang berkecamuk di dalam kehidupan Daud, yang akhirnya harus membuat Daud lari sana sini untuk menyelamatkan diri dari ancaman pembunuhan Saul.

Daud mempunyai suatu kerinduan atau cita-cita yang mulia. Coba perhatikan apa cita-cita Daud itu “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.” Lalu berkatalah Natan kepada raja: “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.” (2 Samual 7 :2-3). Namun rupanya keinginan yang mulia tidak terwujud, sebab nyatanya nanti yang membangun Bait Allah bukan Daud, tetapi anaknya Salomo.

Mengapa terjadi demikian? Saya mengajak kita mempelajarinya, ada tiga konsep kehidupan yang terjadi di dunia ini yang nampaknya berlawanan apa yang manusia pikirkan dan harapkan.

1. RENCANA MULIA DAUD TIDAK DIRESTUI TUHAN

Coba kita baca 2 Samuel 7 :1 “Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling......”

Kita lihat di sini Daud sedang berada dalam kondisi aman dan damai. Ia seakan-akan menuliskan sebauh kata shalom buat keadaannya. Semua dalam keadan damai, jiwanya, anak-anak mungkin sedang bermain-main di sekeliling rumah atau menikmatai pekerjaannya masing-masing, Isteri-isteri bahagia, dan Daud sendiri merasakan sekali ketenangan itu.

Seperti yang kita ketahui, Daud jarang menikmati keadaan seperti ini. Pertempuran yang berlarut-larut dengan orang-orang Filistin selesai sejenak, semua tenaga boleh dipakai untuk istirahat sejenak. Tidak ada raksasa Goliat lagi yang tampil lagi. Tidak ada yang menyerbu untuk sementara waktu. Dan pada waktu itulah Daud merenung akan berkat-berkat Tuhan yang dialami.

Perenungan Daud adalah saat ini ia hidup dengan damai di dalam rumah yang indah terbuat dari kayu aras, lalu ia mulai membicarakan impian daqn keinginan hatinya kepada Natan. Natan mengatakan “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau”

Siapa Natan itu? Ia adalah seorang nabi kepercayaan Daud, sebenarnya ia yang kemudian hari menuding raja yang berjinah. Pada saat seperti ini sang nabi sebagai seorang sahabat yang memberi nasihat. Lihat respon Allah terhadap rencana Daud ini: Tetapi pada malam itu juga datanglah firman “Tetapi malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian : “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: “Beginilah firman TUHAN “Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?” (lihat dan baca juga 1 Tawarikh 17 :3-4)

Sungguh suatu jawaban yang harus disampaikan kepada raja, sebelumnya Natan sudah mengatakan “Tuhan menyertai engkau, Daud. Lanjutkanlah dan buatlah rencanamu.” Nah hanya berselang beberapa saat saja, Natan mendengar suara Tuhan yang berkata , tidak bisa, tidak bisa! Tugas ini bukan tugas Daud, ia hanya sebagai raja.

Lihatlah , bahwa rencana yang baik itu belum tentu rencana Tuhan. Bagi Daud, ia merasa bersalah , kalau rumahnya lebih bagus ketimbang rumah Tuhan, karena tabut perjanjian pada waktu itu hanya diletakkan di bawah tenda. Namun Tuhan tegaskan, tidak, tugasmu bukan untuk membangun Bait Allah.

“Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.” ( 2 Samuel 7 :8)

Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. (2 Samuel 7: 9)

Tuhan mau katakan Daud, engkau adalah seorang prajurit. Hatimu berada di medan pertempuran. Engkau adalah seorang tentara dan pejuang, bukan seoarang pembangun. Engkau adalah seorang pria yang berlindung di selokan dan gua-gua. Aku akan membnerkati engkau terus,

“Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya”. (2 Samuel 7 : 12-13)

Bagaimana dengan kita? Pada waktu senggang, apa yang kita lakukan? Pernahkah kita pada waktu senggang mengambil waktu pergi menghadap pendeta lalau bertanya, apa yang saya dapat kerjakan buat gereja kita? Pernah kita merasa sungkan, sementara rumah kita sudah terbuat dari marmer, namun rumah Tuhan masih di bawah tenda?

2. KESEMPATAN DAUD MENDUKUNG PEMBANGUNAN DIPAKAI BAIK-BAIK

Jelas Daud bermaksud melakukan sesuatu yang baik bagi Tuhan, ia merasa bersalah kalau ia saat ini menikmati rumah begitu indah sementara Bait ALLAH masih berbentuk tenda. IA bermaksud membangun suatu yang permanen buat Tuhan. Namun apa boleh buat, Tuhan berkata “Tidak” .

Ternyata Tuhan bukan menggagalkan rencananya, Tuhan mengalihkan rencananya yang mulia ini dengan menyerahkan kepada keturunannya yang nantinya membangun Bait Allah itu.

Apakah Daud bersalah merencanakan membangun Bait Allah? Masalahnya bukan terletak pada salah atau tidak salah, tetapi terletak pada “Kemisterinya” kehendak Allah. Kita manusia selalu memakai logika untuk menjalani kehidupan ini, dan pada saat yang sama juga kita menghendaki logika Allah itu sama dengan logika kita. Manusia saking engoisnya kadang kala seakan-akan membuat rencana untuk Allah. Padahal; yang berkuasa adalah Allah.

“Daud, ayahku, ingin membangun rumah tempat kediaman nama TUIHAN, Allah Israel. Tetapi TUHAN berfirman kepadanya, 'Maksudmu untuk membangun rumah tempat kediaman nama-Ku memang baik, namun bukan engkau yang akan membangunnya, melainkan anak yang akan lahir bagimu kelak”. (2 Tawarikh 6 :-9)

Akhir dari ayat 8 sangat berarti sekali, karena Allah berkata kepada Daud “Maksudmu itu memanglah baik” Bukan melihat hasrat untuk membangun Bait Allah sebagai sutu kesalahan, tetapi Allah berkata kepadanya “Aku menghargai karena pemikiran itu. Aku menghargai karena engkau memiliki hati yang peka kepada ku. Maksudmu memang baik baik. Tetapi rencanaKU untuk masalah pembangunan bukan maslah engkau Daud, tetapi masalah Anakmu.

Inilah respon Daud :
“Lalu masuklah Raja Daud ke dalam , kemudian duduklah ia dihadapan TUHAN..(2 Samuel 7 :18). Lihat ia duduk ketika Allah berkata “tidak” kepadanya. Alkitab mencatat Daud duduk seperti anak kecil, ia mulai menunjukkan pertanyaan-pertanyaan syukuran kepada Tuhan.

Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH? (2 Samuel 7 :18-20)

Pada keadaan yang demikian, Daud masih selalu memuji Alah, padahal momen itu adalah momen yang sangat mengecewakan.

Pujiannya ada di 2 Samuel 7 :22, 25, 28 dan 29

(22) Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami
(25) Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. (28) Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
(29) Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."


3. PENOLAKAN TERHADAP DAUD TIDAK MEMBUATNYA NGAMBEK

Walaupun Daud tidak mendapat kesempatan membangun sendiri Bait Allah itu, ia ternyata tetap mendukung pembangunan Bait Allah itu. 1 Tawarik 22 :1 Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel

Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. ( 2-5)

Terlalu sering kita menemukan di gereja orang-orang yang ngambek, ketika usul dan rencananya (gagasannya) tidak kesampaian. Ini respon yang salah tentunya. Kecuali memang disinyalir ada tekanan dari orang-orang tertentu yang sentimen.

Saya akan megutip sebuah puisi yang yang cukup menarik:

Satu-persatu diambil-Nya dari padaku,
Semua perkara yang paling kuhargai,
Samapi tanganku menjadi hampa,
Setiap mainan yang berkilauan sudah hilang.

Dan aku berjalan di jalan-jalan raya bumi, berduka,
Dalam pakaian compang camping dan kemiskinan ku
Sampai aku mendengar suara-Nya mengundang
“Angkatlah tangan-tangan yang hampa itu kepada-Ku

Maka aku mengangkat tanganku ke Surga
Dan ia mengisinya dari tempat penyimpanan
Dari kekayaan-Nya sendiri yang luar biasa
Sampai tangan-tanganku tidak mampu menampung lagi

Dan pada akhirnya aku mengerti
Dengan pikiranku yang bodoh dan tumpul
Bahwa Allah tidak DAPAT menuangkan kekekayaan-Nya
Ke dalam tangan-tangan yang sudah penuh

Sama seperti seorang anak kecil yang Anak kecil yang sedang mencuri permen di sebuah Toples, ketika degan tamaknya ia mengambil permen itu sebenyak-banyaknya maka tangannya tidak dapat dikeluarkan dari mulut Toples tersebut. Satu-satunya cara supaya tangannya dapat keluar adal;ah dengan melepaskan permen itu kembali ke dalam Toples, dan pelana-pelan tangannya dikeluarkan.

Tuhan akan menuangkan berkat pada tangan yang suka
memberi bukan kepada mereka yang menahan berkat atau yang menggenggam berkat itu erat-erat.

Friday, April 15, 2005

SAYA BELAJAR MENGHARGAI KESEMPATAN

SAYA BELAJAR MENGHARGAI KESEMPATAN

"Jangan memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu" (Amsal 27:1)

Ada pribahasa mengatakan "Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan besok adalah harapan." Saya percaya anda setuju dengan pernyataan di atas. Kemarin itu sudah berlalu, tidak mungkin terulang kembali, hari ini yang perlu kita hadapi itulah kenyataan, sementara besok itu perlu kita imani sebab belum tentu kita diberikan kehidupan, jadi kondisinya masih berada di dalam pengharapan kita.

Suatu hari ada seorang pemuda masuk ke sebuah restoran yang cukup mewah, lalu ia melihat di dekat kasir itu sebuah tulisan yang berbunyi "Hari ini bayar, besok gratis" Dengan hati yang gembira pemuda inipun memesan makanan yang murah, karena pikirnya hari ini harus membayar sedangkan besok baru gratis. Nasi putih, sepotong tempe dan teh tawar. Keesokan harinya, dengan berpedoman pada tulisan yang di kasir, ia datang ke restoran yang sama. Kali ini ia memesan makanan yang cukup banyak dan mewah. Dengan lahap ia menyantap semua makanan yang dipesan itu dan masih ada sisa yang dibungkus untuk dibawa pulang.

Selesai makan, dengan santai pemuda ini melangkah meninggalkan restoran. Namun, sebelum menuju pintu gerbang, datang seorang petugas keamanan mencegatnya. "Maaf anak muda, rasanya anda belum membayar" kata satpam ini dengan lembut. "Betul pak" jawab pemuda ini dengan tenang. "Tetapi bukankah hari ini saya memperoleh makanan yang gratis?" Dengan penuh keheranan satpam itu bertanya "Mengapa anda katakan demikian?"
"Ya......karena kemarin saya sudah datang ke restoran ini, dan itu berarti hari ini saya memperoleh makanan yang gratis" sambil menunjuk ke arah kasir.
"Oh......kata pak Satpam... sekarang saya mengerti", "Tetapi tolong dulu anak muda baca tulisan itu baik-baik".
Dengan semangat dan agak keras maka pemuda itu membaca tulisan tersebut "Hari ini bayar, besok Gratis"
"Coba ulangi lagi" kata pak Satpam.
"Hari ini bayar, besok gratis"
"Betulkan kata pak Satpam "Hari ini anda harus bayar, walaupun anda datangnya besok, ya bayar juga. Sebab kita hidup hari ini dan kita tidak tahu tentang besok."

Manusia tidak sanggup meraih hari esok, sebab hari esok itu punya jangkauan tersendiri. Kita harus bersyukur pada Tuhan karena Dia merahasiakan segala kejadian hari esok dari kehidupan kita. Coba bayangkan, seandainya kita mengetahui dengan jelas hari esok kita, tentu kita ini hidup penuh dengan ketakutan. Sudah pasti hidup kita pasti tidak setenang hari ini, karena selalu menjadi pemikiran kita, kapan sakitnya, kapan bangkrutnya, kapan meninggalnya dan sebagainya, maka kita sengsara sekali.

Oleh sebab itu mari hargailah kesempatan untuk hari ini. Apa saja yang dapat kita kerjakan hari ini kerjakanlah, terutama yang berkenan kepada Tuhan. Jangan tunggu, jangan tunda, sebab kita tidak tahu apakah kita masih bangun besok pagi? Coba banding juga dengan ayat yang di dalam Yakubus 4:14a “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

SIMON PETRUS

SIMON PETRUS
(batu karang yang teguh)
Lukas 22 : 54-62

Nama saya aslinya Simeon, dalam bahasa Yunani orang memanggilnya Simon ,yang artinya “pendengar”, biasanya saya juga disebut Kefas dan lebih keren lagi saya dipanggil Petrus yang artinya ”batu karang”, nama yang terakhir ini Yesus sang Guru yang secara langsung memberikannya. Saya memiliki seorang saudara namanya Andreas, dia pernah menjadi murid Yohanes Pembaptis, kemudian ia mengajak saya mengikut Yesus. Ayah saya namanya Yunus, itu sebabnya untuk membedakan dengan orang lain yang kebetulan namanya sama, maka saya sering dipanggil Simon Anak Yona (Yunus) (lihat di Matius 16 :17) kalau di Injil Yohanes beliau menyebut nama ayah saya Yohanes. Kota kelahiran saya adalah Betsaida sekampung halaman dengan Filipus, kota Betsaida adalah suatu kota di daerah Golan yang penduduknya kebanyakan orang Yunani (Yohanes 1 : 44). Setelah menikah, saya juga sering tinggal di Kapernaum, tepatnya di rumah mertua ( Matius 8:14)

Saya tidak mempunyai keahlian yang dapat dibanggakan seperti anda, saya bukan ahli komputer, bukan akuntan, bukan ahli politik, bukan juga pemain musik yang handal, jangankan Piano alat musik Kecapi saja saya tidak bisa. Pekerjaan saya hanya mewarisi keahlian ayah (Matius 4 :18), yakni menangkap ikan. Suatu hari ketika kami sedang menebar jala di danau, tiba-tiba lewat seseorang yang akhirnya saya kenal Dia yang bernama Yesus memanggil kami menjadi muridNya. Heran sekali, waktu itu tanpa berpikir panjang mungkin sesuai karakter saya, maka bersama Andreas langsung saja kami mengikutNya. ( Matius 1 :16-17)

Memang saya memiliki suatu kelemahan, yakni terlalu gampang melontarkan kata-kata tanpa berpikir terlebih dahulu, itu sebabnya kadang kala saya melakukan kesalahan yang cukup fatal, tetapi saya tidak merasa rendah diri dengan kelemahan ini, ketimbang dibanding orang lain yang lamban berbicara karena harus berpikir terlalu lama sehingga tidak bertindak apa-apa. Pernah terjadi, tatkala Yesus hendak kembali ke Yerusalem, saya mencoba menasihatiNya agar mengurungkan niatNya, bahkan saya sempat menarik tanganNya. Sebenarnya maksud saya baik, sebab beberapa waktu yang lalu Yesus hampir dibunuh di sana. Nah sekarang beliau hendak kembali lagi ke sana, dan saya menahanNya, apakah saya salah? Kadang sudah tiga tahun lebih ber-Guru dengan Yesus, saya tetap saja tidak 100% memahami betul keinginanNya. Bagi saya kalau Yesus hendak kembali ke sana, itu namanya cari mati. Tetapi Yesus justru marah kepada saya, bahkan ucapanNya terhadap saya cukup keras “Enyahlah Iblis, sebab engaku bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”. (Markus 8 : 33). Saya waktu itu diam saja tidak melawan, sebab bagimanapun Dia Guru saya, saya perbuat demikian karena saya mengasihi dan menghormatiNya. Setelah saya berpikir sejenak, bukankah Yesus itu lebih tahu dari saya, oleh sebab itu maka apa yang diputuskan di dalam hidupNya sudah pasti yang terbaik. Saya mulai coba belajar mengerti jalan pikiranNya, memang cukup misterius.

Terus terang, dari segala kelemahan saya, ternyata saya masih memiliki pengenalan yang cukup jelas pada Yesus dibandingkan dengan teman-teman sebelas orang lainnya. Pernah terjadi di Kaisarea Filipi (Matius 16 :13-20) waktu itu Ia (Yesus) bertanya pada kami murid-muridNya “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Teman-teman saya ada yang mengatakan Elia, ada juga mengatakan Yohanes Pembaptis dan Yeremia. Lalu tiba-tiba Yesus menunjuk ke arah saya, Ia bertanya : Siapakah Aku ini?” Pada waktu itu dengan spontan dan lantang saya menjawab “ Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Ternyata jawaban saya itu benar, saya tidak tahu kenapa; namun barangkali karena saya adalah muridNya yang cukup senior, lagi pula saya termasuk murid yang cukup dekat dan akrab dengan Guru, kemana Ia pergi selalu menyertakan saya dan dua orang teman yakni Yakobus dan Yohanes.

Banyak kenangan manis maupun pahit yang pernah saya alami selama menjadi murid Yesus. Saya masih ingat jelas bahwa ibu mertua saya pernah disembuhkan sakit demamnya ( Markus 1 : 30), kejadian luar biasa lain yang pernah saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri adalah, tatkala sekitar 5000 orang laki-laki berkerumun mendengar pengajaran Guru, waktu itu sudah tiba jam makan, kami sempat berbisik pada Yesus, agar secepatnya menyuruh mereka kembali ke rumah, sebab mereka bakal kelaparan. Penjual asongan tidak ada di sini, depot makanan yang dekat juga tidak ada. Tetapi apa lacur, justru Yesus menyuruh kami menyediakan makanan buat mereka. Tentu kami kelabakan, apalagi diantara kami tidak ada yang berpengalaman kerja di restoran. Dan kalau pun ada, belum tentu dalam waktu yang sesingkat ini dapat menyediakan makanan sebanyak itu.

Tetapi tiba-tiba muncul seorang anak yang bermurah hati, ia dengan rela menyerahkan lima roti jelai dan dua ikan (Lih Yohanes 6: 9), makanan yang di tangannya itu sebenarnya merupakan makanan untuk dirinya pada hari itu, tetapi ia rela menyerahkannya pada kami. Mulanya saya pesimis, mana mungkin cukup, untuk saya sendiri saja masih kurang. Tetapi ternyata Guru saya luar biasa, Ia membuat mujizat, makanan kecil itu telah mengenyangkan 5.000 orang dan masih tersisa dua belas bakul. ( Yohanes 6 : 1-15). Pernah kejadian lain lagi ketika Yesus berjalan di atas air, waktu itu saya meminta kepada Yesus supaya saya boleh juga berjalan di atas air, ternyata Yesus mengabulkan permintaan saya, sehingga ada pengalaman tersendiri yakni pernah juga berjalan di atas air, walaupun akhirnya saya sempat hampir tenggelam karena ada angin yang kencang meniup ke arah saya. Kata Yesus “Datanglah......” ( baca deh di Matius 14 : 29)

Memang sebagai murid, kami tidak pernah dijanjikan jabatan apa-apa oleh sang Guru, namun saya sudah merasa cukup senang menjadi muridNya saja, mulanya kami merasa cukup akrab dan kompak satu dengan yang lain. Memang ada dua orang teman kami Yakobus dan saudaranya pernah memanggil ibunya datang menghadapYesus untuk membicarakan jabatan masa depan mereka, namun saya pikir ini cukup manusiawi, kami tidak merasa tersinggung akan hal itu. Tetapai belakangan yang agak mengganjal di dalam kelompok kami ini adalah, meneurut Guru kami ada salah satu diantara kami yang hendak menjualNya. Terus terang , mulanya kami tidak mengetahui siapa orangnya, sebab kami memang tidak menyangkanya.

Suatu hari , seperti biasanya ketika kami selesai mengadakan persekutuan, waktu itu kami diajak pergi oleh Yesus ke Bukit Zaitun. Malam itu juga Yesus berkata kepada kami, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis : “Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea” Waktu itu saya langsung meresponi apa yang diucapkan Yesus , “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” Saya tidak berpikir panjang lagi, seperti seseorang yang baru mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani atau Retreat dan bertobat di sana, masih semangat yang berkobar-kobar saya menjawab Yesus. Namun saya kaget dengan ucapan Yesus yang tidak disangka-sangka, Ia seakan-akan berkata demikian “Petrus, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Namun saya tetap ngotot atas pendirian saya “ Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Sehabis saya ucapkan demikian ternyata teman-teman saya juga mengikutinya.

Malam selanjutnya saya ingat sekali, Yesus membawa kami ke Taman Getsemani dekat sungai Kidron. Tempat ini tidak asing bagi kami, sebab Yesus selalu mengajak kami ke sini berdoa kalau waktu senggang, semua murid-murid tahu kalau kita sering berkumpul di sini. Tiba-tiba dari kejauhan saya melihat kasak-kusuk gerombolan orang datang, rupanya mereka hendak mencari Yesus. Herannya di tengah gerombolan itu yang kemudian saya mengetahui adalah prajurit itu juga ada teman kami Yudas Iskariot. Rupanya rekan saya itu sudah dibeli dengan uang, supaya menunjuk jalan ke tempat di mana Yesus berada. Yudas kemudian mencium Yesus, rupanya itu meberi isyarat bahwa orang yang dicium itu yang adalah Yesus. Pada waktu itu dengan gerakan reflek saya mengeluarkan pedang, lalu saya hunuskan pada salah seorang hamba Imam Besar yang bernama Malkhus, tepat pada telinganya dan putus. Namun rupanya Yesus tidak senang atas tindakan saya ini, akhirnya saya sarungkan pedang itu kembali. Di Taman Getsemani Yesus masih sempat membuat mujizat dengan menempel kembali telinga Malkhus yang putus.

Kemudian Yesus ditangkap dan dibawa pengadilan, berganti-ganti tempat sidangnya. Dari tidak seberapa jauh saya bisa melihat bagaimana Yesus diintrogasi pada malam hari, kadang juga dihadirkan saksi-saksi palsu. Di sisi lain rupanya ada orang-orang yang pernah melihat saya beberapa waktu yang lalu, sehingga mereka secara samar-samar mengenali wajah saya. Saya masih ingat jelas sebanyak tiga kali mereka mempertanyakan keberadaan saya. Saya bukannya mau membela diri, namun seperti biasanya barangkali kalian juga pernah begitu, dari pada berurusan lebih panjang, maka lebih baik saya katakan bahwa penglihatan mereka itu salah. Namun rupanya saat ini merupakan momen kenangan yang palit bagi saya, sebab pada kali yang ke tiga saya mengatakan tidak mengenal Yesus, maka berkokoklah ayam untuk yang ke dua kalinya, harcurlah hati saya waktu itu, terutama tatkala Yesus menoleh ke arah saya, Dia tahu bahwa saya telah menyangkalNya, saya telah menyangkalNya, saya telah menyangkalNya .(Yohanes 18 : 19-37, Lukas 22 : 54-62).

Singkat cerita pengadilan memutuskan bahwa Yesus harus dihukum mati di atas kayu salib seperti layaknya seorang penjahat kelas kakap, dengan demikian maka pada Jumat sebelum perayaan Paskah, Yesus dipaksa memikul kayu salib menuju Golgota. Di sana Ia disalibkan setelah melalui siksaan-siksaan yang dahsyat. Saya sendiri waktu itu tidak dapat berbuat banyak, hanya menyaksikan saja dengan penuh cucuran air mata. Yesus sang Guru tergantung mati di atas kayu salib dengan diiringi kegelapan di seluruh permukaan bumi.

Setelah Yesus mati, saya merasa sangat kehilangan sekali, selain teman-teman masih berpencar, dan rasanya tidak mungkin lengkap lagi. Apalagi akhirnya diketahui bahwa rekan saya Yudas Iskariot yang mengkhianati sang Guru, maka bertambah sulit kami untuk bersatu kembali. Memang sangat disayangkan, kami akhirnya mengetahui bahwa Yudas itu bunuh diri. Suasana duka masih terasa sekali, kehilangan Guru juga teman, tetapi tentu kami tidak boleh terus-menerus berduka begitu, sebab kehidupan masih panjang Bagi saya sudah saatnya kami berbuat sesuatu, ketimbang bergeming dan bingung dengan keputusasaan.

Suatu hari ketika kami berada di pantai bersama , waktu itu hadir juga Tomas, Natanael, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid yang lain. Lalu saya melontarkan ide untuk menangkap ikan. Tadi saya sudah katakan bahwa tidak ada keahlian apa-apa yang saya pernah pelajari, latar belakang saya menangkap ikan hanya itu keahlian saya, itu sebabnya saya berpikir saat ini sudah waktunya kembali ke sana. Rupanya ide saya disambut baik oleh teman-teman, sehingga mereka semua juga mau mengikutinya. Coba kalian lihat Yohanes 21 : 3b teman-teman saya berkata demikian “ Kami pergi juga dengan engkau”, saya tidak memaksa mereka, semuanya secara suka-rela mengikuti saya.

Malam itu kami dengan perahu segera menuju ke laut dan menangkap ikan, tetapi entah karena sudah lama tidak menangkap ikan, atau karena “sial”, ssst boleh ngak saya katakan demikian, maka sepanjang malam itu kami tidak mendapat ikan seekorpun. Tatkala hari mulai siang, maka Yesus hadir juga di tepi pantai tanpa sepengetahun kami. Pada saat itu seakan-akan Ia memberikan perintah kepada saya dan kawan-kawan untuk menebarkan jala, namun caranya bertolak belakang dengan tradisi kami. Herannya pada waktu itu saya dan kawan-kawan tidak protes, padahal jelas sekali Dia bukan ahli menangkap ikan, bukankah ayahNya seorang tukang kayu? Tetapi mengapa Dia mengajar kami menangkap ikan? Luar biasa, hari itu jala kami penuh dengan ikan, untung jalanya tidak koyak. Kami memperoleh seratus lima puluh tiga ekor ikan. Hari itu kami sarapan ikan bakar bersama.

Sesudah sarapan, tiba-tiba Yesus mengajak saya berbicara, Dia katakan “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Maksudnya apakah saya ini mengasihiNya melebihi kapal, jala, ikan dan orang-orang lain? Dari nada kata yang Yesus pakai, saya mendengar bahwa pertanyaan “mengasihiNya” memakai kata “Agape” yakni Kasih Allah, terus terang saya tidak sanggup menjawab itu, saya menjawabnya bahwa “Benar Tuhan , Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” , saya mamakai kasih “Phileo”, kasih yang sesama manusia itu. Lalu kata Yesus “ Gembalakanlah dan berikanlah makan domba-dombaKu”. Saya berpikir tidak masalah, saya dan kawan-kawan pasti akan mengerjakan tugas ini. Tanpa di duga kembali untuk kedua kali Yesus bertanya kepada saya “ Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Kali ini Yesus tetap memakai kata kasih “Agape”, tetapi saya menjawabnya dengan kata Kasih “Phileo” yakni “ Benar Tuhan engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”, lalu Yesus katakan “ Gembalakanlah domba-dombaKu” Untuk ke tiga kalinya Yesus bertanya kepada saya “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku” . Oh pada saat itu saya tidak tahan lagi, saya begitu sedih sekali. Rasa bersalah muncul di dalam hidup ini, saya jadi teringat ayam yang berkokok dua kali itu. Saat ini rasanya hidup saya benar-benar tidak berarti apa-apa dihadapan Yesus, omongan saya pasti sudah tidak dipercaya orang lagi. Saya malu, oh Tuhan saya malu. Rupanya format pertanyaan kali ini sudah diubah sedikit oleh Yesus, kata “Mengasihi” sudah memakai kata “Phileo”, maka jawab saya dengan kata kasih yang sama, sebab “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwea aku mengasihi Engkau”. Kata Yesus lagi “ Gembalakanlah/ berilah makanan kepada domba-dombaKu”

Saya pernah gagal, tetapi untunglah kegagalan saya tidak membuat saya putus asa. Peristiwa di tepi danau itu membangkitkan kembali tekad saya untuk ikut Tuhan Yesus, kapal, jala dan ikan segera akan saya tingalkan, sekarang saya bertekad akan ikut Yesus seumur hidup. Benar sekali, kalau kita menyertakan hidup kita secara total pada Tuhan, pastilah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita pula. Buktinya, saya ini, heran sekali, Tuhan memakai saya luar biasa. Memang Emas dan perak tidak saya miliki, namun di dalam nama Tuhan Yesus, yang lumpuh berjalan (Kisah 3 :1-8), orang yang mati juga bangkit kembali (Kisah 9:1-140).

Kotbah yang saya sampaikan kepada umat Tuhan sangat terasa sekali kuasaNya, ada tiga ribu orang yang bertobat terima Yesus( Kisah 2 :41) dan juga menyusul lima ribu orang (Kisah 4 :4) serta setiap hari Tuhan menambah jumlah yang diselamatkan ( Kisah 2 : 47). Saya tahu, semua ini bukan usaha saya secara pribadi, Roh Kudus yang menolong dan memakai saya..

Saya tetap setia melayani Tuhan, walaupun di sana-sini terdapat berbagai kesulitan, kadang saya harus berhadapan dengan pihak pemerintah gara-gara pekabaran Injil ini, namun ingatlah ada pepatah yang mengatakan bahwa “semakin dibabat , semakin merambat”, inilah prinsip Injil itu dikabarkan” Itu sebabnya jangan putus asa dengan berbagai kesulitan yang anda alami, penderitaan anda masih kecil, dibandingkan penderitaan saya terlebih-lebih Guru saya itu yang disalibkan itu.

Kadang di dalam pelayanan kita jatuh bangun, saya juga demikian, tidak luput dari kelemahan ini, yang sangat menyakitkan bila ada rekan kerja juga menyikut kita, namun saya beruntung sebab ada rekan sepelayanan yang berbaik hati, namanya Paulus. Ia dengan kasih menegur saya, sehingga saya boleh kembali ke jalan yang benar (Galatia 2 : 11-14). Dukungan teman dan keluarga sangat perlu di dalam melayani Tuhan, itu sebabnya dengan bangga saya ingin meperkenalkan isteri saya pada kalian juga, kadang saya membawanya ke ladang pelayanan (I Korintus 9:5), namanya memang tidak disebut oleh penulis Alkitab, tetapi tradisi menyebutnya Konkordia atau dipanggil juga Perpetua. Ia sangat setia juga pada Tuhan, bahkan ia juga akhirnya rela mati untuk Tuhan. Sementara diakhir hidup, saya juga mengalami berbagai siksaan karena kesetiaan saya pada Guru, terutama tekanan dari pemerintah Romawi. Saya ditangkap sewaktu perjalanan meningalkan Roma, dan sejarah mencatat kematian saya juga melalui kayu salib, namun yang terbalik. Saya mati demi pekabaran Injil ini, bagi saya itu bukan kematian yang sia-sia, Injil yang pernah saya kabarkan tetap hidup sampai saat ini. Saya hanya mau mengingatkan kita semua, bahwa suatu saat kita bakal meninggalkan dunia ini, namun apa yang kita kerjakan buat Tuhan tetap ada di dunia sampai Yesus datang untuk kedua kalinya. Sudahkah anda melakukan sesuatu untuk Tuhan?